11 08 2010

SEMOGA PILKADA 5 JUNI SUKSES

Oleh: Joko Siswanto
Dosen FISIP UNSRI

Tahun 2010 merupakan musim pemilihan kepala daerah (pilkada). Menurut sumber dari Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2010 akan berlangsung 224 pilkada, yang terdiri dari 7 pilkada gubernur dan 217 pilkada bupati/walikota. Untuk di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, pilkada akan berlangsung di lima kabupaten yakni di OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir dan Kabupaten Musirawas. Pilkada di lima kabupaten yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 5 Juni 2010 tersebut merupakan pengalaman kedua setelah yang pertama tahun 2005.
Tahapan pilkada 5 Juni 2010 di lima kabupaten di Sumsel sampai menjelang berakhirnya tahapan kampanye pada umumnya dapat dilalui relatif aman, tentram dan damai. Catatan pengalaman dari sejumlah pilkada di Sumsel pada periode pilkada yang pertama (2005-2007), yang menimbulkan persoalan antara lain pada tahapan pendaftaran yakni konflik antar parpol calon pengusung dan dugaan ijazah aspal dari calon.
Tahapan yang juga bisa menimbulkan gelombang protes pada KPUD adalah pada saat KPUD menetapakan bakal pasangan calon. Jika bakal pasangan calon dinyatakan tidak lulus memenuhi persyaratan yang ditentukan, massa pendukung sang bakal calon umumnya melakukan aksi demostrasi ke KUPD untuk mendesak agar calon yang diusung diloloskan.
Pada tahapan kampanye, persoalan yang sering muncul adalah mencuri start kampanye, berbagai modus politik uang, kampanye hitam, incumbent yang menggunakan fasilitas publik dan kaum birokrat yang kurang netral.
Pada tahapan pemilihan, persoalan yang muncul adalah sejumkah pemilih yang baru mengetahui tidak masuk dalam daftar pemilih pada saat hari coblosan. Kekecewaan hati dari masyarakat yang tidak masuk DPT menimbulkan gelombang protes sebagaimana terjadi pada tahun 2005 di Ogan Ilir dan OKU. Aroma politik uang juga dirasakan pada tahap coblosan, namun sulit untuk dibuktikan.
Tahapan terakhir yang kemudian memicu bagi pasangan yang kalah untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi adalah penetapan calon terpilih. Pasangan calon yang kalah sangat kecewa kemudian menuding pasangan yang menang kompetisi pilkada telah melakukan manipulasi dalam penghitungan suara.
Serangkaian tahapan pilkada yang sering menimbulkan persoalan sebagaimana yang dikemukakan di atas, untuk lima pilkada tahun 2010 di Sumsel sampai pada tahap berakhirnya masa kampanye dapat dikatakan berjalan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan :
Pertama, lima KPUD mau belajar dari kekeliruan masa lalu yang belum mempunyai pengalaman dalam menyelenggarakan pilkada. Dengan bekal pengalaman dan mencermati persoalan yang muncul pada pilkada 2005 maka kekeliruan-kekeliruan dapat dibenahi. Semangat dan kemauan KPUD untuk dapat mencatat semua pemilih masuk dalam DPT merupakan respon positif atas kesalahan masa lalu. KPUD menyadari bahwa masyarakat pemilih merupakan pihak yang harus dilayani sebaik-baiknya agar dapat menggunakan hak pilihnya. Suara pemilih sangat berharga dalam suatu pemilihan. Untuk itu, pemilih harus dijamin untuk tidak kehilangan hak pilihnya hanya karena tidak terdaftar dalam DPT.. Profesionalitas dan netralitas KPUD harus dipertahankan agar kepercayaan publik meningkat sehingga hasil keputusan KPUD juga dipercaya semua pemangku kepentingan dalam pilkada.
Kedua, masyarakat sudah semakin paham dan dewasa dalam melihat pilkada sebagai suatu proses politik. Pilkada bukan tujuan berdemokrasi tetapi merupakan sarana untuk memilih pemimpin yang amanah yang bakal membawa kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dapat diindikasikan dengan tidak mudah terpancing dengan gosip, isu atau berita murahan yang hanya akan mengacau situasi dan merugikan masyarakat. Masyarakat sudah relatif mandiri dalam bersikap menentukan pilihan. Masyarakat sudah cukup paham mana janji-janji yang realistis dan mana janji yang hanya isapan jempol untuk pemanis kampanye. Dengan kedewasaan sikap masyarakat dalam berdemokrasi melalui pilkada, maka akan menunjang pelaksanaan pilkada di lima kabupaten di Sumsel berjalan sukses dan damai.
Kendatipun masyarakat kekurangan informasi secara formal mengenai rekam jejak secara lengkap dari masing-masing pasangan kandidat, namun masyarakat dapat mengakses rekam jejak pasangan calon dari suara yang beredar di masyarakat. Masyarakat pun sudah pandai memilah dan memilih informasi yang benar dan yang dibenar-benarkan atau palsu. Berita rekam jejak yang beredar dalam masyarakat mempunyai kecenderungan kuat mempunyai tingkat kebenaran yang tinggi dan obyektif. Ibarat rumah makan atau warung makan yang enak dan lezat tidak perlu pasang iklan ke mana-mana tetapi cukup mengandalkan dari yang sudah merasakan menikmati masakannya untuk secara sukarela dan tidak sadar akan menyebarluaskan kualitas masakannya yang lezat, dan hasilnya warungnya pun tidak sepi pembeli. Demikian juga pasangan calon yang masyarakat sudah tahu kualitasnya dari mulut ke mulut akan lebih manjur daripada iklan yang besar-besar dan bombatis.
Ketiga, parpol dalam mengusung dan mendukung pasangan calon juga sudah rasional dibandingkan pada pilkada 2005 yang terkesan kurang persiapan yang matang, cenderung emosional dan kelihatan menonjol sekali jual beli perahu. Kondisi tahun 2010 tampaknya sudah berbeda. Sebelum resmi mengusung bakal calon, parpol lebih dulu melakukan kajian ilmiah dengan melakukan penelitian yang melibatkan konsultan politik. Artinya, parpol semakin selektif, kritis dan benar-benar melihat peluang pasar untuk menentukan calon yang bakal diusung. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan yang diusung parpol sudah betul-betul melalui proses kajian yang mendalam dan dinilai layak jual di masyarakat. Sikap parpol dalam menentukan calon yang diusung dengan kajian ilmiah dapat mengurangi bahkan dapat menghapuskan jual beli perahu dan memperkecil terjadinya konflik internal parpol dan antar parpol dalam menentukan pasangan bakal calon.
Keempat, pasangan calon yang bertarung dalam pilkada di lima kabupaten ada incumbent yang menurut beberapa lembaga survey masih diunggulkan. Para incumbent ini tampaknya sangat menyadari kedudukan yang menguntungkan karena hanya cuti saat kampanye. Dengan kedudukan dan peluang yang di atas angin tersebut, incumbent tidak perlu melakukan kegiatan yang neko-neko melawan aturan dan etika politik jauh lebih mudah berkomunikasi dan dekat dengan masyarakat dibandingkan dengan yang non incumbent. Para incumbent sudah paham posisinya yang menjadi musuh bersama bagi yang non incumbent dan mudah menjadi sasaran tembak jika salah melangkah, dan ini tentu bakal merugikan. Sikap yang on the track yang dilakukan incumbent ini akan menumbuhkan simpati masyarakat dan menjadikan kompetisi menjadi fair.
Kelima, pihak pemerintah dan aparat keamanan sudah mempunyai pengalaman dalam pengamanan pilkada. Titik-titik kerawanan sudah dipelajari sehingga sudah mempunyai alternatif upaya pencegahan maupun langkah tindakan jika terjadi persoalan. Situasi ini menjadikan aparat lebih percaya diri dalam bertugas yang akhirnya berpengaruh terhadap semua pihak yang berkepentingan dengan pilkada bisa menjadi tenang dan damai.
Pilkada tanggal 5 juni tinggal beberapa hari lagi. Langkah dan tahapan panjang sudah dilalui dengan lancar, aman dan damai. Untuk itu, hendaknya masyarakat di lima kabupaten, penyelenggara pilkada, calon dan parpol harus bisa menunjukkan perilaku politik yang positif sesui aturan yang berlaku dan kedepankan etika politik agar semuanya berjalan sukses. Janganlah dana besar yang telah dihabiskan untuk persiapan dan penyelenggaraan pilkada sia-sia belaka hanya menuruti nafsu tidak puas yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Berkompetisilah secara fair, sehat dan dewasa. Siapapun yang menang merupakan kemenangan masyarakat setempat. Calon yang kalah, berlapang dadalah, sadarilah dan terimalah bahwa kekalahan merupakan konsekuensi logis yang sudah bisa diduga dalam suatu kompetisi.
Selamat melaksanakan pilkada dan gunakan hak pilih dengan baik saudara-saudaraku di lima kabupaten yakni OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir dan Musirawas. Tunjukkan bahwa pilkada di wilayah Sumsel dapat berlangsung sukses, pilkada yang demokratis, fair, partisipasi masyarakat tinggi dan damai. Jadikan Sumsel selalu nomor satu dan contoh dalam semua kegiatan demi bangsa dan negara. Terima kasih.

______________________________________


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: