KTP dan Partisipasi Pilpres 2009

7 07 2009

Oleh : Joko Siswanto
Sungguh sangat menyedihkan di Negara demokrasi ini, hanya karena tidak tercantum dalam DPT, banyak rakyat tak bisa menggunakan hak pilihnya. Padahal rakyatlah yang berdaulat di negeri ini. Pilkada di berbagai daerah kisruh gara-gara DPT, pileg yang baru saja selesai dikeluhkan dan dinilai tidak sukses karena DPT amburadul, banyak rakyat kehilangan hak pilihnya.
Pemerintah sudah meminta KPU untuk membenahi agar dalam pilpres 2009 tidak terjadi persoalan DPT. Tetapi kenyataannya, DPT tetap bermasalah. Dua hari menjelang pilpres dua pasang calon presiden (JK-Win dan Mega-Pro) “unjuk rasa” ke KPU untuk minta pertanggungjawaban DPT. Dan hasilnya, Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang berwenang membuat payung hukum pun akhirnya memutuskan dapat menggunakan KTP atau passport untuk ikut pilpres hari ini bagi yang tidak masuk dalam DPT.
Tentu keputusan MK tersebut disambut gembira oleh rakyat. MK telah berpihak pada demokrasi dan menyelamatkan proses pemilu yang dibayang-bayangi oleh ketidakpuasan bagi yang kalah yang dapat memicu anarkhis. Pilpres dituntut untuk ditunda jika DPT tak diselesaikan. Semua bayangan buram dan menakutkan akhirnya sirna. Sistem pemilu one man one vote mempunyai nilai yang sangat berharga. Setiap suara mempunyai harga yang dapat menjadikan seseorang terpilih atau tidak terpilih. Dalam konteks pilpres hari ini, suara rakyat akan menentukan siapa presiden lima tahun ke depan.
Implikasi penggunakan KTP bagi yang tidak masuk DPT membawa konsekuensi teknis. Pertama, jika semua yang ada dalam DPT menggunakan hak pilihnya, maka pasti akan terjadi kekurangan logistik surat suara. Penambahan 2 % tentu tidak cukup. Waktu yang sangat singkat dan dasar hukum atau acuan yang tidak ada menjadikan KPU tidak akan mencetak surat suara tambahan. Tampaknya KPU berpegang kepada pengalaman yang sudah bahwa biasanya tidak semua yang masuk DPT menggunakan hak pilihnya. Dengan demikian masih dimungkinkan pengguna KTP dapat memilih. Konsekuensi kedua, karena KTP hanya dapat digunakan dimana KTP diterbitkan maka pemilih harus ada surat keterangan dari KPPS dimana mestinya memilih jika pemegang KTP berada di luar kota. Waktu yang hanya sehari rasanya akan banyak mengalami kesulitan. Pendek kata, bagi pemegang KTP yang sedang bepergian di luar kota tetap tidak dapat menggunakan haki pilihnya dimana ia sedang berada karena tidak membawa surat keterangan dari KPPS dimana yang bersangkutan tinggal.
Meskipun ada kelemahan teknis seperti itu, paling tidak secara politis hak rakyat sudah dihargai. Kambing hitam sudah tidak ada, sudah disembelih, sehingga setelah pilpres sudah tak ada alasan bagi yang kalah untuk menyalahkan KPU dan atau pemerintah. Semua sudah lega.
Lantas, mungkinkah partisipasi masyarakat yang ikut pilpres akan lebih banyak / tinggi dibandingkan dengan pileg yang lalu yang hanya mencapai sekitar 71%?. Perlu dipahami bahwa sukses pemilu tidak sekedar luber dan jurdil serta aman dan damai, akan tetapi juga banyaknya rakyat yang berbondong-bondong ikut pemilu. Dengan angka partisipasi yang tinggi dan dilandasari kesadaran, maka membuktikan bahwa rakyat Indonesia semakin dewasa berdemokrasi dan semakin bertanggung jawab sebagai Warga Negara. Berdasarkan pengalaman pilkada dan pemilu legislative yang barusan kita lalui bahwa salah satu penyebab utama angka partisipasi rendah adalah karena DPT yang amburadul dan banyak rakyat yang kehilangan hak pilihnya. Dengan diakomodir penggunaan KTP untuk memilih, maka logikanya angka pastisipasi bakal naik atau lebih baik dari pileg. Namun jika yang terjadi sebaliknya atau relative sama sekitar angka 71-73%, maka ada faktor lain yang menjadikan rakyat tidak menggunakan hak pilihnya. Mungkin kendala teknis sebagaimana yang disebutkan di atas, atau memang yang bersangkutan-benar-benar bersikap golput karena tidak puas dengan pasangan capres yang ada.
Ayo ke TPS. Selamat mencontreng, kedaulatan di tangan anda. Terima kasih.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: