PERINGATAN BAGI PENGGUNA FACEBOOK

24 05 2009

Oleh: Joko Siswanto

Berita yang agak mengagetkan bagi pengguna situs facebook bahwa hasil Bhatsul Masail Forum Pondok Pesantren Putri se- Jawa Timur di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-Aat Lirboyo, Kediri, 20-21 Mei 2009 menyatakan bahwa jika facebook digunakan untuk pendekatan (PDKT) dengan lawan jenis hukumnya haram. Untuk mengetahui karateristik lawan jenis yang ingin dijadikan suami atau isteri, Islam memberikan aturan sendiri. Karena itulah, tidak dibenarkan menggunakan facebook sebagai media untuk PDKT kepada lawan jenis. Kalau tidak ingin haram, harus to the point di facebook, misalnya langsung mengajak nikah. Demikian salah satu penggal dari berita di media massa (Sumatera Ekspres, 23 mei 2009).
Larangan dari kalangan pesantren tersebut tentunya setelah mereka mempelajari dan mendapat laporan dari pengguna facefebook yang mungkin risih melihat dan membaca kalimat maupun kata-kata yang bernada mesum, pacaran, janjian, curhat dan sebagainya yang mungkin sudah dinilai melanggar etika sosial maupun larangan dalam agama (Islam).
Setiap pengguna facebook sangat dengan mudah membaca kalimat atau kata-kata yang muncul di jaringan pertemanan entah yang bersifat positif (bermanfaat) maupun negatif (jorok dll). Melalui facebook kita bisa menjalin pertemanan dan menebar jaringan sosial yang bisa menambah relasi, bisa untuk mencari pasangan/jodoh, bisa cari teman kencan, bisa untuk mencari teman lama, bisa saling curhat, bisa menyebarluaskan informasi dan pengetahuan (positif atau negatif/fitnah/bohong,gosip), bisa untuk promosi bisnis, bisa untuk teman di kala sendirian, bisa untuk kampanye politik, dan sebagainya.
Teknologi diciptakan manusia untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan manusia dalam menjalani hidup ini. Listrik, telpon, mobil, pesawat terbang, radio, televisi, komputer, kulkas, AC, ricecooker, dan sebagainya adalah agar hidup manusia menjadi mudah dan nyaman. Teknologi yang positif tersebut akan bisa berubah menjadi negatif apabila penggunaannya tidak tepat dengan tujuan atau berlebihan/pemborosan. Misalnya, kita ada televisi di rumah untuk bisa mendapatkan informasi/berita atau mungkin hiburan, akan tetapi kalau sebagian besar waktu dihabiskan hanya nongkrong di depan televisi sehingga tidak produktif, anak tidak belajar dan sebagainya, maka televisi menjadi merugikan.
Teknologi sebenarnya bersifat netral, ibarat pisau yang kita pegang(netral) bisa untuk membunuh manusia (negatif) namun juga bisa digunakan sebagai sarana alat memasak seperti mengiris cabe atau bawang (positif). Pendek kata, manfaat teknologi tergantung individu penggunanya atau man behind the gun. Jadi, bermanfaat atau tidak bermanfaat menggunakan facebook sangat tergantung kepada tujuan dan sikap mental penggunanya. Seperti halnya menggunakan jaringan internet dengan situs-situs lain seperi yahoo, gogle, youtube, blog, semua tergantung dari penggunanya. Tentu tidak benar dan tidak baik (negatif) atau haram jika kita apalagi masih usia belajar anak-anak/remaja/mahasiswa membuka internet mencari situs-situs porno yang bebas dapat diakses. Tetapi jika remaja tersebut mencari informasi yang berkaitan dengan tugas di sekolah/kuliah tentu sangat positif.
Berkaitan dengan fenomena penggunaan facebook dalam membangun atau menjalin jaringan sosial ini, ada sejumlah hal yang perlu untuk dikemukakan di sini. Tampaknya pengguna situs di Indonesia didominasi oleh kaum muda yang sedang mencari jati diri. Kaum muda ini kepingin mencari teman sebanyak-banyaknya dan belum dikatakan gaul kalau belum masuk facebook. Motivasi masuk face book tentu macam-macam, ada yang pingin nampang dan populer di dunia maya, mencari teman yang sekedar iseng untuk mengusir kesepian, mencari calon isteri/suami, teman kencan, mencari teman untuk curhat dan lain-lain. Bahasa yang digunakan kawula muda ini untuk berkomunikasi pada umumnya bahasa gaul dengan ciri tidak formal, penulisan kata-kata tidak baku atau seperti SMS, ungkapan-ungkapannya kadang jorok, merayu-rayu, tidak malu dibaca orang lain, menampilkan foto diri yang dianggap aneh/lucu/menarik, yang diinformasikan hal-hal yang sepele atau kegiatan diri yang mestinya tidak perlu diinformasikan di tempat yang bisa dibaca banyak orang. Jarang sekali menemukan informasi yang bersifat menambah pengetahuan.
Berdasarkan realita dan asumsi bahwa mayoritas pengguna facebook kaum muda dan tujuannya hanya ajang cari teman/pacar/teman kencan dan sebagainya maka sangat wajar jika Ulama Jatim menyatakan haram. Untuk itu, agar pengguna facebook tidak dituding bermoral buruk, marilah kita manfaatkan facebook untuk hal-hal positif. Jadikan facebook untuk tukar informasi dan pengalaman yang dapat menambah wawasan untuk meningkatkan kualitas hidup kita, bukan untuk menebar gosip maupun fitnah. Gunakan bahasa yang baik, sopan dan tidak menyakiti karena facebook dibaca banyak orang. Jadi, kita ambil hikmaknya saja adanya larangan ulama Jatim. Sekali lagi, yang penting perilaku diri kita terhadap facebook. Sebenarnya yang lebih penting lagi adalah jangan sampai kita terjangkit penyakit kecanduan facebook atau FACEBOOKCHOLIK!!!. Artinya, waktu kita habis tidak produktif hanya asyik di depan komputer ”ngenet” ber-facebook-ria lupa segala-galanya. Terima kasih.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: